Muara EnimTranding

WARGA SUMBER MULYA GELAR SALAT ISTISQA, MEMOHON HUJAN DI TENGAH KEMARAU PANJANG

MUARA ENIM — Di tengah kondisi kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dan mulai berdampak terhadap kehidupan masyarakat, warga Desa Sumber Mulya, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, menggelar Salat Istisqa atau salat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

 

Salat Istisqa dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, bertempat di Lapangan Bola Desa Sumber Mulya. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari berbagai unsur sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan serta memberikan keberkahan bagi seluruh makhluk di muka bumi.

 

Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sumber Mulya, Mansur, dan dihadiri Babinsa beserta anggota Koramil 0404-08 Rambang Lubai, staf Kecamatan Lubai Ulu, anggota Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kaum ibu.

 

Suasana berlangsung khidmat. Para jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar kemarau panjang segera berakhir dan kebutuhan air bagi masyarakat, hewan, tumbuhan, serta lingkungan dapat kembali tercukupi.

 

Dalam khutbahnya, Ustaz Fatah Yasin selaku khatib mengingatkan jamaah pentingnya memperbanyak istighfar, bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar dalam menghadapi kondisi kekeringan.

 

Ia juga menyampaikan kandungan Surah Hud ayat 52, yang mengajarkan agar manusia memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa istighfar dan taubat menjadi jalan untuk mendapatkan rahmat serta kekuatan dari Allah SWT.

 

Selain itu, khatib menjelaskan tata cara pelaksanaan Salat Istisqa, termasuk salah satu sunnah dalam khutbah, yakni menghadap kiblat dan membalik posisi selendang atau sorban sebagai simbol perubahan keadaan dari kesulitan menuju harapan akan turunnya hujan.

 

Salat Istisqa sendiri merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Dalam sejarah Islam, pelaksanaan Salat Istisqa dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kisah mengenai doa memohon hujan juga terdapat dalam berbagai riwayat para nabi.

 

Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah wilayah yang mengalami dampak kemarau panjang, di antaranya Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu, serta di wilayah PTPN I Regional 7 Kebun Beringin, yang diikuti karyawan, karyawati dan masyarakat sekitar.

 

Kemarau panjang yang terjadi saat ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, sekaligus meningkatkan ikhtiar dan kepedulian bersama terhadap dampak kekeringan.

 

Melalui Salat Istisqa, masyarakat Desa Sumber Mulya berharap hujan segera turun, sumber-sumber air kembali terisi, lahan pertanian mendapatkan pasokan air, serta seluruh masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan kondisi yang lebih baik.

 

(Suprapto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas