PALITranding

Potongan Pipa Migas Berserakan, Jalan Desa Prambatan–Pengabuan Rusak Parah: Aktivitas PT Pertamina Field Adera Disorot

PALI — Aktivitas pergantian jalur pipa migas PT Pertamina Field Adera Zona 4 kembali menuai sorotan. Saat melintasi jalan penghubung Desa Prambatan Kampung IV Talang Jawa menuju Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Sabtu (4/1/2026), media ini menemukan kondisi jalan rusak parahdisertai potongan pipa migas berserakan di badan jalan, yang mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.

 

Jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat. Namun, akibat aktivitas pemotongan dan pergantian jalur pipa menuju Boster PT Pertamina Field Adera di Desa Pengabuan, kondisi jalan berubah menjadi rawan kecelakaan. Minimnya pengamanan dan pengaturan lalu lintas membuat warga yang melintas harus ekstra waspada.

 

Ketua Umum LSM MACAN, Hendra Saputra, mengecam keras pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai PT Pertamina Field Adera Zona 4 abai terhadap keselamatan masyarakat sekitar.

 

“Tidak ada pengorganisasian masyarakat maupun pengamanan bagi pengguna jalan. Ini jelas kelalaian. Aktivitas migas seharusnya mengutamakan keselamatan, bukan justru membahayakan warga,” tegas Hendra dengan nada lantang.

 

Hendra menegaskan, setiap kegiatan pergantian jalur pipa migas wajib menerapkan standar safety, termasuk penyediaan rambu, pengamanan lokasi, serta penataan material sisa pekerjaan agar tidak berserakan di fasilitas umum.

 

Ia juga menyoroti dugaan pembiaran limbah atau sisa material migas pasca pemotongan pipa yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan keselamatan.

 

“Perusahaan migas harus patuh pada regulasi SKK Migas dan Ditjen ESDM. Keselamatan warga tidak boleh dikorbankan demi kelancaran proyek,” ujarnya.

 

Atas kejadian ini, Hendra mendesak SKK Migas dan Ditjen ESDM RI agar memberikan sanksi tegaskepada perusahaan migas yang terbukti melanggar prosedur dan mengabaikan keselamatan publik.

 

“Jika dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian korporasi,” pungkasnya.

 

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, PT Pertamina Field Adera belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak Humas hanya dijawab singkat, tanpa penjelasan lebih lanjut.

 

Publik pun menanti langkah tegas pihak berwenang, sekaligus pertanggungjawaban PT Pertamina Field Adera atas dampak yang ditimbulkan terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Saparudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas