PALI – Program pembangunan cetak sawah di Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang berlokasi di Desa Betung Barat, Desa Betung Selatan, Desa Tanjung Kurung, dan Desa Pengabuan, menuai sorotan.
Informasi dari masyarakat menyebutkan adanya tumpukan pupuk di lokasi cetak sawah Desa Pengabuan tanpa sistem pengamanan yang memadai. Hasil pantauan awak media di lapangan mendapati pupuk hanya ditimbun dan ditutup terpal, tanpa gudang penyimpanan resmi.
Terkait hal tersebut, awak media mengonfirmasi Rado Nasir, warga Desa Pengabuan yang merupakan anggota brigade penerima pupuk. Melalui pesan WhatsApp, Rado menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada Erwin Nasarudin, anggota brigade asal Desa Betung. Ia juga menyatakan kesiapan untuk menghitung jumlah pupuk yang datang dan diterima secara bersama-sama.
Awak media kemudian menghubungi Izal, Kepala Divisi Brigade Pupuk, warga Desa Betung, namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.
Situasi ini memunculkan dugaan ketidakteraturan dalam manajemen proyek cetak sawah, mengingat pupuk telah disalurkan sementara pekerjaan cetak sawah belum selesai dilaksanakan.
Ketua Umum LSM MACAN, Hendra Saputra, menegaskan pihaknya mendukung penuh program cetak sawah pemerintah, namun harus dilaksanakan secara tertib dan transparan. Ia menilai penyaluran pupuk sebelum pekerjaan rampung patut dipertanyakan dan diduga mengandung unsur kesengajaan.
“Siapa yang bertanggung jawab mengeluarkan pupuk sementara pekerjaan cetak sawah belum selesai? Jangan-jangan bibit juga sudah disalurkan,” ujar Hendra saat dikonfirmasi di lokasi cetak sawah Desa Pengabuan.
Pada Kamis, 22 Januari 2026, Hendra Saputra mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten PALI untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun, pejabat yang berwenang tidak berada di tempat, sehingga klarifikasi belum dapat diperoleh. (Saparudin)
