MubaTranding

Diduga Proyek Mark Up Pengadaan Komputer SMPN 6 Unggul Sekayu Rp1,99 Miliar Jadi Sorotan

MUBA, GARUDA SUMSEL NEWS TV. COM— Aroma dugaan praktik mark up dalam proyek pengadaan komputer di SMP Negeri 6 Unggul Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kian menguat. Proyek yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2024 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muba itu disebut-sebut berpotensi merugikan keuangan negara. Rabu (29/10/2025).

 

Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi awak media, proyek dengan nilai Rp1,99 miliar tersebut digunakan untuk pengadaan lebih kurang sekitar 109 unit komputer merek Acer tipe i7 61165G7, RAM 8 GB DDR4, dan penyimpanan 512 GB. Namun, dari hasil pengecekan di pasaran, harga komputer dengan spesifikasi serupa hanya berkisar Rp7 jutaan per unit.

 

Jika dihitung secara sederhana, total nilai pembelian seharusnya tidak mencapai Rp1 miliar. Dugaan selisih anggaran hingga miliaran rupiah inilah yang kemudian memunculkan kecurigaan adanya praktik mark up harga dalam proses pengadaan tersebut.

 

Tak hanya itu, Menurut data di SIRUP proyek pengadaan Chromebook ANBK dengan pagu anggaran senilai 4,7 miliar dengan spesifikasi layar 11,6 inci, Intel N4020, dan RAM 4 GB, juga menimbulkan tanda tanya besar.

 

Sumber lain menyebutkan Pengadaan yang disebut senilai Rp4,7 miliar pada tahun anggaran yang sama diduga tidak sesuai dengan harga riil di pasaran.

 

Sejumlah pihak menilai, dua proyek bernilai fantastis ini perlu mendapat atensi serius dari aparat penegak hukum, mengingat besarnya potensi kerugian negara dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan tender.

 

Menariknya, saat dikonfirmasi untuk mengklarifikasi dugaan tersebut, Hairunsyah, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, dua kali dihubungi melalui pesan WhatsApp pada 17 Oktober 2025 dan 27 Oktober 2025, namun tidak memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

 

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih dalam dugaan penyimpangan dalam pengadaan perangkat komputer yang menggunakan uang rakyat ini. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas