PALI — Proyek pembangunan penampungan olahan air bersih di Desa Talang Kerangan, Kecamatan Talang Ubi Utara, Kabupaten PALI, dikeluhkan warga karena hingga kini tak kunjung berfungsi. Padahal, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas krisis air bersih yang sudah lama dialami masyarakat setempat.
Warga mengungkapkan kekecewaannya karena bangunan yang telah menelan anggaran daerah itu tidak memberikan manfaat apa pun. Mereka menyebut kondisi penampungan terbengkalai dan tidak terlihat adanya aktivitas penyelesaian proyek.
“Sampai sekarang bangunan itu mangkrak. Kami yang sangat membutuhkan air bersih justru tidak merasakan manfaatnya,” ujar Man (45), warga Talang Kerangan, saat ditemui di kediamannya, Rabu (26/11/2025).
Man mendesak Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Ia juga meminta adanya investigasi dari tim ahli maupun aparat penegak hukum (APH) guna memastikan apa yang menjadi penyebab terhentinya pembangunan.
Menurutnya, ada beberapa kemungkinan yang harus ditelusuri lebih jauh, seperti:
• Kesalahan perencanaan atau desain proyek
• Kualitas material atau pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai ekspektasi
• Lemahnya pengawasan dari pihak terkait
• Dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran
“Kalau memang ada pihak yang terbukti melakukan kesalahan atau penyimpangan, harus ditindak sesuai hukum. Kontraktornya juga perlu dipanggil,” tegas Man.
Diduga Menggunakan Anggaran APBD 2023
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek penampungan olahan air bersih tersebut disebut menggunakan dana APBD Tahun 2023. Namun hingga akhir 2025, progresnya masih belum terlihat dan bangunan dibiarkan terbengkalai.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan audit ulang terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan proyek. Mereka menilai transparansi dan pengawasan dalam pembangunan daerah harus diperkuat agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap ada keterbukaan dan pengawasan yang disiplin dalam setiap pembangunan, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambah Man. (Saparudin)
