SEKAYU — Lapas Kelas IIB Sekayu membuktikan bahwa tembok pemasyarakatan bukan penghalang untuk tetap produktif dan berdaya guna. Melalui pemanfaatan lahan di dalam lingkungan lapas, warga binaan bersama petugas secara aktif merawat tanaman melon unggulan jenis Inthanon, sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan, Kamis (29/01/2026).
Di bawah terik matahari, kegiatan perawatan dilakukan secara menyeluruh dan terjadwal, mulai dari penyiraman rutin, pemupukan terukur, pengendalian hama, hingga pengecekan kesehatan tanaman. Seluruh proses tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan agar memahami teknik budidaya melon yang baik dan berorientasi pada hasil berkualitas.
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, menegaskan bahwa program pertanian ini tidak sekadar menanam tanaman, melainkan menanam harapan dan keterampilan hidup. Menurutnya, perawatan melon Inthanon merupakan bentuk pembinaan yang menggabungkan aspek edukasi, produktivitas, dan pembentukan karakter.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar disiplin, bertanggung jawab, serta bekerja sama. Mereka juga dibekali pengetahuan praktis di bidang pertanian yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Aris.
Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa hasil dari program pertanian ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang nyata. Ke depan, Lapas Sekayu berkomitmen mengembangkan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Dengan perawatan yang optimal dan pendampingan berkelanjutan, tanaman melon Inthanon di Lapas Sekayu ditargetkan menghasilkan panen maksimal. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan karya nyata, membangun kemandirian, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi warga binaan.
