MubaTranding

Tiang Pancang Jembatan Lalan Kembali Ditabrak Tongkang Batu Bara, Janji Penyelesaian Desember 2025 Kini Dipertanyakan

MUBA – Insiden kembali terjadi di proyek pembangunan Jembatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Tiang pancang jembatan yang selama ini dinanti masyarakat kembali mengalami kerusakan setelah ditabrak tongkang batu bara bermerek Pasifik Star 8703 pada Rabu (13/05/2026).

 

Peristiwa tersebut memicu kemarahan masyarakat dan kembali membuka luka lama terkait mangkraknya pembangunan Jembatan Lalan yang hingga kini belum juga rampung. Padahal sebelumnya Pemerintah Kabupaten Muba bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sempat menyampaikan target penyelesaian jembatan pada Desember 2025.

 

Namun fakta di lapangan berbicara lain. Hingga pertengahan 2026, pembangunan jembatan yang menjadi harapan utama masyarakat Kecamatan Lalan itu masih belum selesai. Kini, setelah kembali terjadi insiden tabrakan tongkang batu bara terhadap tiang pancang, publik mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut.

 

Warga menilai, janji penyelesaian proyek yang sebelumnya digaungkan pemerintah hanya sebatas pernyataan tanpa realisasi nyata. Mereka kecewa karena aktivitas angkutan batu bara di Sungai Lalan dinilai terus menjadi ancaman bagi pembangunan jembatan maupun keselamatan masyarakat sekitar.

 

“Sudah berulang kali kejadian seperti ini. Dulu dijanjikan selesai Desember 2025, sekarang sudah lewat tapi jembatan belum juga jadi. Malah tiang pancangnya kembali ditabrak tongkang,” ujar salah seorang warga Lalan dengan nada kesal.

 

Kemarahan masyarakat juga ramai disuarakan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan pengawasan terhadap lalu lintas tongkang batu bara yang melintas di kawasan pembangunan jembatan. Tidak sedikit pula yang mendesak pemerintah agar bertindak tegas terhadap perusahaan maupun operator tongkang yang dinilai lalai.

 

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, hingga instansi terkait tidak lagi sekadar memberikan janji. Mereka mendesak adanya langkah konkret, mulai dari percepatan pembangunan, evaluasi jalur angkutan batu bara, hingga penindakan tegas terhadap pihak yang menyebabkan kerusakan proyek negara tersebut.

 

Jembatan Lalan sendiri selama ini menjadi salah satu proyek vital yang sangat dinantikan warga. Infrastruktur itu diharapkan mampu membuka akses transportasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah perairan Musi Banyuasin.

 

Namun berulangnya insiden tabrakan tongkang serta lambannya pembangunan membuat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah kini mulai memudar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas