Musi Banyuasin, 19 Agustus 2026 — Rasa syukur atas rezeki yang diterima diwujudkan dengan cara yang penuh makna dan keindahan budaya di Dusun Lumpatan 1, RT 04. Memiliki kendaraan bermotor hasil kerja keras dan ketekunan, mendorong warga melestarikan tradisi unik yang penuh doa dan harapan baik: ritual memandikan atau yang dikenal secara lokal sebagai “Keramas” Motor Baru.
Tradisi ini dilakukan dengan menyiramkan air campuran istimewa yang berisi kembang tujuh rupa, minyak air mata duyung, tepung beras, perasan jeruk nipis, uang koin, serta jajanan anak-anak. Air kembang setaman tersebut disiramkan perlahan ke badan kendaraan beriringan dengan lantunan doa keselamatan dan keberkahan.
Sebuah motor matik berwarna hitam tampak menjadi pusat kegiatan. Air yang disiramkan bukan sekadar pembersih, melainkan simbol penyucian, penolak bala, dan harapan agar kendaraan senantiasa membawa berkah serta keselamatan bagi pengendaranya di setiap perjalanan.
Adapun makna dibalik tradisi lama yakni Pemilik kendaraan, Bapak Zarnadi Effendi (52 tahun), menyampaikan bahwa ritual ini merupakan bentuk penghormatan terhadap petuah leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur yang mendalam atas limpahan rezeki di tahun ini.
“Bagi kami, ini adalah cara tradisi orang tua terdahulu untuk mengharap berkah dan ketenangan batin, agar kendaraan baru ini senantiasa aman digunakan dalam keseharian.”
— ujar Bapak Zarnadi, Selasa (19/8/2026)
Turut hadir menyaksikan dan mendampingi kegiatan ini perwakilan dari Fast Respon Indonesia Center (FRIC), yakni Bapak Edwin dan Bapak Rolando. Kehadiran mereka menjadi bukti kedekatan organisasi dengan masyarakat dalam setiap momen berharga.
Suasana pun terasa semakin hangat dan penuh sukacita ketika uang koin dan jajanan anak-anak yang turut disebarkan dalam ritual menjadi rebutan penuh tawa anak-anak. Kegembiraan mereka melengkapi makna momen: kebahagiaan sederhana yang menyatukan hati warga.
KEARIFAN YANG TETAP HIDUP
Di tengah arus zaman yang semakin modern, tradisi luhur seperti ini tetap lestari dan justru menjadi daya tarik tersendiri yang menyentuh hati. Ia mencerminkan bagaimana kearifan lokal dan nilai-nilai budaya turun-temurun tetap hidup berdampingan, menyeimbangkan kemajuan zaman dengan akar budaya yang tak pernah luntur.
Sebuah pengingat indah: bahwa setiap rezeki pantas disyukuri, dan setiap perjalanan layak dimulai dengan doa, kesederhanaan, serta harapan tulus untuk keselamatan bersama.
Fast Respon Indonesia Center – Kabupaten Musi Banyuasin Hadir di Tengah Masyarakat, Menjaga Nilai dan Kebersamaan.
(Edwin)

