/Foto: gambar ilustrasi stop kekerasan seksual
MUSI BANYUASIN — Media sosial dihebohkan oleh beredarnya informasi dugaan perbuatan cabul yang melibatkan seorang oknum guru berinisial M, yang diduga mengajak persetubuhan terhadap anak muridnya. Isu sensitif ini menyebar luas di berbagai platform digital dan memantik kemarahan serta keprihatinan publik, khususnya masyarakat Musi Banyuasin. Minggu 4 Desember 2026.
Meski identitas terduga pelaku mulai diperbincangkan, hingga kini belum diketahui secara jelas nama sekolah tempat oknum guru tersebut mengajar. Informasi yang beredar masih simpang siur dan belum disertai keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi pendidikan terkait.
Kasus ini kembali menampar dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman, bermoral, dan beretika bagi tumbuh kembang anak justru tercoreng oleh dugaan perilaku bejat oknum yang semestinya menjadi teladan. Jika dugaan ini benar, maka perbuatan tersebut bukan hanya kejahatan hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah sebagai pendidik.
Publik mendesak kepolisian dan Dinas Pendidikan agar segera turun tangan, melakukan penelusuran menyeluruh, serta membuka fakta secara transparan. Penanganan yang lamban hanya akan memperbesar kegaduhan dan membuka ruang spekulasi yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan yang tidak terkait.
Di sisi lain, perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas utama. Identitas dan kondisi psikologis anak wajib dijaga, serta pendampingan hukum dan trauma healing harus diberikan apabila dugaan ini terbukti.
Redaksi menegaskan, setiap warga negara berhak atas keadilan dan asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung. Namun, aparat tidak boleh ragu bertindak tegas apabila ditemukan unsur pidana. Dunia pendidikan tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi predator seksual berkedok pendidik.
Masyarakat Muba kini menunggu langkah nyata aparat dan pemerintah daerah: apakah kasus ini akan diusut tuntas, atau tenggelam di tengah riuh media sosial. Kejelasan dan ketegasan adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.(Red)
